Kunci Kemenangan Manchester City: Yaya Toure dan Kuartet Serang

Kunci Kemenangan Manchester City: Yaya Toure dan Kuartet Serang

Kunci kemenangan Manchester City atas Arsenal terletak pada kerja keras barisan penyerangan tim tersebut untuk terus menekan pertahanan lawan tanpa henti. Dalam laga yang berlangsung di Stadion Etihad, skuat asuhan Pep Guardiola terus menekan lini pertahanan Arsenal sejak tertinggal 0-1 pada awal babak pertama. Sementara Arsenal sesekali memberikan penyerangan berbahaya lewat skema serangan balik.

Tanpa Sergio Aguero yang menjalani sanksi akibat kartu merah, Guardiola menempatkan Kevin de Bruyne, Raheem Sterling, dan Leroy Sane bergantian mengisi ujung tombak dalam pertandingan tersebut. Posisi ketiga pemain tersebut begitu dinamis sering bertukar tempat di depan saat sedang membangun serangan. Ditambah David Silva yang bergerak di belakang garis serangan [Sane-Sterling-De Bruyne] yang atraktif bergerak tengah, kiri, maupun kanan.

Pergerakan Silva pun dilapisi Yaya Toure. Gelandang veteran Pantai Gading itu bergerak taktis mencari ruang dalam mencegah serangan Arsenal merapat lebih dulu melewati garis tengah lapangan. Tak hanya itu, Toure pun beberapa kali mampu memberikan operan kunci, serta sekali membuka peluang lewat sundulannya yang sayang melebar. “Saya kira kami tampil lebih rapi, lebih lapar [gol], kami mendapatkan sebuah kesempatan dan kami mampu melakukannya,” kata Toure usai pertandingan seperti dikutip dari Sky Sports.

Di babak kedua, tekanan skuat ManCity semakin gencar ke barisan pertahanan Arsenal. Tensi tekanan skuat ManCity ke barisan pertahanan Arsenal kian ketat. Hasil positif akhirnya didapat karena ManCity mampu membalikkan keunggulan dan mengalahkan Arsenal 2-1. “Kami lebih agresif, kami betul-betul mendominasi pertandingan di babak pertama hingga babak kedua, dan kami pantas untuk [kemenangan] ini,” ujar Toure.